CILACAP – Dalam rangka peringatan hari Ibu tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Cilacap menyelenggarakan Seminar dengan tema Mewujudkan Perempuan Berdaya dan Terlindungi, di Era Ekonomi Digital Menuju Kesetaraan dan Keadilan Gender. Dalam acara ini Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Cilacap sebagai panitia penyelenggara. Acara berpusat di Pendopo Wijayakusuma Sakti, diikuti oleh seluruh Dharma Wanita Persatuan (DWP) masing-masing OPD se-Cilacap, tak ketinggalan juga Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Cilacap serta karyawati melalui zoom meeting. Kamis(22/12/22)

Seminar pertama membahas semangat hari ibu untuk mewujudkan perempuan berdaya dan terlindungi di era digital ekonomi menuju kesetaraan dan keadilan gender yang dibawakan oleh Elis Siti Soelistyaningsih, SH, S.Pd., M.Hum selaku Pengurus Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Cilacap.

Ekonomi digital merupakan hal yang menandakan perkembangan dan ekonomi pada masa nanti yang ditandai dengan berkembangnya bisnis atau transaksi yang menggunakan internet.

“Bisa kita lihat pada kondisi sekarang  ini semua hal yang kita lakukan membutuhkan layanan internet, kita mau membeli makanan langsung go-food dan lainnya, mau membayar ini dan itu tidak harus menggunakan tunai sudah bisa menggunakan layanan internet banking atau aplikasi lainnya.” Jelasnya.

Selain semua hal menjadi lebih praktis dengan adanya digitalisasi, ekonomi digital pun memiliki tantangannya.

“Banyak tantangan yang akan kita hadapi dengan adanya digitalisasi pada bidang ekomoni ini, yaitu persaingan yang semakin ketat, internetnya harus memadai dan juga sumber daya manusianya yang harus selalu mengikuti jaman dan sadar akan teknologi.” Ujarnya.

Kaum perempuan mendapatkan banyak peluang dalam meningkatkan Sumber daya manusia, yaitu Pendidikan sepanjang hayat, pelatihan berbagai keterampilan dan pendampingan. Selain itu juga kaum perempuan akan mampu meningkatkan kegiatan ekonomi kreatifnya sendiri atau membentuk usahanya sendiri.

Sebagai pelaku usaha, kaum perempuan juga mampu dan bisa memaksimalkan kemampuannya melalui digital ekonomi yang akan menghasilkan kemitraan dalam jenjang usaha sehingga kaum perempuan menjadi mandiri tanpa harus selalu bergantung pada kaum laki-laki.