Cilacap – Komisi C DPRD Kabupaten Cilacap kunjungi Disperkimhub (Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Dan Perhubungan) Kabupaten Wonosobo dalam rangka Study Komparasi terkait Pengelolaan Pemukiman Kumuh di Kabupaten Wonosobo. Senin (16/10/2023).

Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo sebagai pelaku utama penanganan permukiman kumuh di wilayahnya berkomitmen untuk mewujudkan permukiman layak huni dan berkelanjutan. Hal ini mengacu pada program Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Karya yang sedang melakukan upaya peningkatan kualitas pemukiman kumuh secara nasional. Salah satu program Pemerintah Pusat dalam target 0 Ha adalah Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Berkaitan dengan upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkomitmen untuk melaksanakan upaya peningkatan kualitas perumahaan dan permukiman kumuh secara tuntas. Penanganan permukiman kumuh diawali dengan identifikasi lokasi permukiman kumuh dan penetapan lokasi permukiman kumuh tersebut melalui SK Bupati Wonosobo No.653/247/2014.

Melalui identifikasi tersebut, penanganan dilakukan sesuai Undang-undang No 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman yang menjelaskan berbagai hal tentang pemeliharaan dan perbaikan kawasan permukiman, serta pencegahan dan peningkatan kuaitas perumahan dan permukiman kumuh dengan tiga pola penanganan yaitu pemugaran, peremajaan dan pemukiman kembali.

Ketua Komisi C DPRD Cilacap, Edy Purwanto mengaku maksud kunjungannya ke Disperkimhub Wonosobo untuk melihat bagaimana pengelolaan perumahan serta kawasan permukiman terutama daerah kumuh di Kabupaten Wonosobo. Menurutnya Wonosobo merupakan daerah yang dapat menangani masalah kumuh dengan baik.

“Kami melakukan studi komparasi, sederhananya tukar kawruh apa yang di Cilacap nggak punya tapi di sini punya begitupun sebaliknya. Tadi kita sudah berdiskusi banyak terkait perbedaan teknik penyelenggaran. Ini yang kita cari perbedaan tapi untuk satu tujuan yaitu kehidupan masyarakat yang merata,” jelasnya.

Pihaknya sendiri memilih Wonosobo bukan tanpa alasan. Cilacap yang merupakan kabupaten terluas di Jawa Tengah menurut Edy memiliki topografi yang hampir sama dengan Wonosobo. Selain itu jarak yang ditempuh Cilacap sampai ke Wonosobo dinilai tidak terlalu jauh.

“Banyak hal yang dapat didapat dan memungkinkan untuk diterapkan di Kabupaten Cilacap. Terlebih lagi Cilacap juga melakukan pembenahan dalam bidang keorganisasian di pemerintahan yang sama dengan Wonosobo,” katanya. Sementara itu Kepala Disperkimhub Wonosobo, Agus Santoso mengapresiasi atas kunjungan rombongan Komisi C DPRD Cilacap ke Wonosobo. Ia banyak menyampaikan apa yang sudah dilakukan oleh Pemda Wonosobo terhadap kemiskinan terutama dalam unsur perumahan. Sejauh ini Disperkimhub berusaha semaksimal mungkin dalam penangan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan program penanganan pascabencana.