Cilacap – DPRD Kabupaten Cilacap kembali menggelar Rapat Paripurna dalam acara Penyampaian Raperda Kabupaten Cilacap tentang Perubahan APBD Kabupaten Cilacap Tahun ANggaran 2021 dan APBD Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2022. Rapat Paripurna dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD lantai 2. Kamis(9/9/21).

          Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Cilacap, Purwati, S.Pd.I, didampingi Bupati Cilacap, Ketua DPRD Cilacap dan para Wakil Ketua lainnya. Dihadiri langsung oleh anggota DPRD Cilacap, Sekda Cilacap, Sekwan Cilacap, para Asisten Setda dan Kepala BPPKAD Cilacap.

Karena masih dalam suasana Pandemi Covid -19 untuk para tamu undangan yang lain mengikuti melalui “Zoom Meetings”.

Purwati, S.Pd.I menjelaskan bahwa menurut catatan dari Sekretaris DPRD Cilacap yang menandatangi daftar hadir anggota DPRD Cilacap sebanyak 40 orang, sehingga kuorum terpenuhi.

Bupati Cilacap dalam Penyampaian Raperda Kabupaten Cilacap menjelaskan bahwa dasar penyusunan rancangan perubahan APBD Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2021 adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2021, Nota Kesepakatan antara Bupati Cilacap dan Pimpinan DPRD Kabupaten Cilacap nomor : 903/ 05/ 05/ 2021 dan Nomor : 903/ 62/ 13/ 2021 tanggal 13 Agustus 2021 tentang Perubahan Kebijakan Umum APBD Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2021 dan Nota Kesepakatan antara Bupati Cilacap dengan Pimpinan DPRD Kabupaten Cilacap Nomor : 903/ 05/ 05/ 2021 dan Nomor : 903/ 62/ 13/ 2021 tanggal 13 Agustus 2021 tentang Perubahan PPAS tahun Anggaran 2021.

Sedangkan untuk Dasar Penyusunan Rancangan APBD Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2022 yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2022, Nota Kesepakatan antara Bupati Cilacap dengan Pimpinan DPRD Kabupaten Cilacap Nomor : 903/ 03/ 05/ 2021 dan Nomor : 903/ 61/ 13/ 2021 tanggal 13 Agustus 2021 tentang Kebijakan Umum APBD Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2022 dan Nota Kesepakatan antara Bupati Cilacap dengan Pimpinan DPRD Kabupaten Cilacap Nomor : 903/ 04/ 05/ 2021 dan Nomor : 903/ 62/ 13/ 2021 tanggal 13 Agustus 2021 tentang PPAS (Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara) Tahun Anggaran 2021.

Penyusunan APBD merupakan pelaksanaan dari ketentuan pasal 65 ayat (2) UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“ Terhadap Perubahan APBD Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2021 dapat kami sampaikan bahwa titik awal Perubahan APBD di Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2021 adalah APBD Tahun Anggaran 2021 yang telah disesuaikan sebagai tindak lanjut amanat Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/ PMK.07/ 2021 tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2021 dalam rangka Mendukung Penanganan Pandemi Covid-19 dan dampaknya,” jelas Bupati.

Kapasitas Fiskal atau kemampuan keuangan untuk perubahan APBD Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2021 berasal dari Sisa kurang SilPa Tahun 2020 sebesar Rp.21.77 milyar yang diperoleh dari SilPa tahun 2020 hasil audit BPK sebesar Rp. 324,58 M serta dikurangi dengan SilPa yang digunakan untuk menutup defisit APBD definitifsebesar Rp. 345,35 milyar, kedua Penurunan Pendapatan Rp. 42, 20 milyar yang berasal dari Penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan Transfer dan Lain-lain PAD yang sah, ketiga Penurunan Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp. 2,35 milyar yang berasal dari Penurunan Penyertaan Modal pada BUMD, keempat dari  Pengalihan/ Rasionalisasi Anggaran yang dimungkin sampai akhir tahun tidak terserap kurang lebih sebesarRp. 155,92 milyar yang antara lain berasal dari perhitungan ulang kebutuhan gaji ASN dan sisa penawaran pengadaan barang dan jasa atau sisa tender.

“ Sehingga total dana yang tersedia untuk Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 yang berasal dari sisa SilPa, rencana kenaikan pendapatan dan pengalihan anggaran kurang lebih sebesar Rp. 94,29 milyar “ kata Bupati.

Pada perubahan anggaran APBD Cilacap tahun 2021 dialokasikan pada belanja yang berasal dari SilPa Earmark sebesar Rp. 63,43 M, Pengurangan Belanja Wajib yang bersumber dari penyesuaian pendapatan BLUD dan pendapatan BOS sebesar Rp. 5,94 M, Belanja Wajib mengikat dan rutin SKPD yang meliputi listrik, telpon, air, internet, ATK, makan minum, dan belanja yang diusulkan oleh SKPD baik berupa hibah, pengadaan kendaraan dan kegiatan rutin lainnya kurang lebih sebesar Rp. 19,41 M, Belanja Infrastruktur dalam rangka pemulihan ekonomi sebesar Rp. 17,40 M, yang antara lain dialokasikan pada bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, irigasi, pekerjaan umum dan perumahan.

Secara garis besar Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2021 adalah Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp. 3,23 trilyun atau turun sebesar Rp. 86,62 milyar apabila dibandingkan dengan target pendapat daerah pada APBD definitif Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp.3,31 trilyun. Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp. 3,54 trilyun atau turun sebesar Rp. 106,05 milyar apabila dibandingkan dengan rencana belanja daerah pada APBD definitif tahun anggaran 2021 sebesar Rp. 3,64 trilyun. Penerimaan Pembiayaan yang direncanakan sebesar Rp. 324,58 M atau turun sebesar Rp. 21,77 miyar apabila dibandingkan dengan rencana penerimaan pembiayaan Daerah pada APBD definitif Tahun Anggaran 2021. Pengeluaran Pembiayaan direncanakan sebesar Rp. 15 milyar atau turun sebesar Rp. 2,35 milyar apabila dibandingkan dengan rencana Pengeluaran Pembiayaan Daerah pada APBD Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp. 17,35 milyar.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022, Bupati Cilacap menyampaikan untuk diarahkan kepada Peningkatan Kualitas Infrastruktur Wilayah mencapai Universal Akses ( kumuh, sanitasi dan air minum ).

Prioritas pembangunan Kabupaten Cilacap tahun 2022  difokuskan pada Peningkatan kualitas infrastruktur untuk mempercepat konektivitas dan pemenuhan pelayanan dasar dengan memperhatikan keberlanjutanj limgkungan hidup, Pelayanan Perekonomian bebasis potensi lokal dan ketahanan pangan melalui pembangunan perekonomian kerakyatan, Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia, Percepatan pengurangan kemiskinan, peningkatan keamanan, Pemantapan tata kelola pemerintahan dan peningkatan daya saing daerah.

          Garis besar rencana APBD Kabupaten Cilacap tahun anggaran 2022, Pendapatan Daerah ditargetkan Rp. 2,90 trilyun yang berasal dari pendapatan asli daerah Rp. 727,61 milyar, pendapatan transfer sebesar Rp. 1,94 trilyun dan Lain-lain pendapata asli daerah yang sah sebesar Rp. 236,42 milyar. Target pendapatan tersebut mengawali kenaikan Rp. 77, 24 milyar atau naik sebesar 2,73% apabila dibandingkan dengan pada APBD tahun anggaran 2021.

Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Culacap Tahun Anggaran 2021 dan Nota Keuangan Rancangan APBD Kabupaten Cilacap Tahun 2022 kepada DPRD Kabupaten Cilacap. Penyampaian Nota tersebut diserahkan oleh Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji kepada Wakil Ketua DPRD Cilacap, Purwati, S.Pd.I.(setwan).