CILACAP – Perluasan jaringan PDAM ke wilayah-wilayah rawan kekeringan, bukan menjadi solusi terbaik untuk mengatasi bencana kekeringan di Cilacap. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cilacap Mujiono, Rabu (17/7) kemarin.

“Jaringan PDAM memang harus diperluas, tapi nanti masyarakat kesulitan untuk pembiayaan, bisa memberatkan warga,” katanya.

Pasalnya, tidak sedikit wilayah yang mengalami kekeringan memiliki letak geografis yang sulit. Selain itu juga tidak semua warga mampu untuk menggunakan jaringan PDAM.

“Karena kalau alamnya seperti itu, dimasuki PDAM, ya ada sih yang mampu, tapi tidak semua masyarakat mampu, jadi antisipasinya dengan membuat embung,” kata politisi Partai Golkar ini.

Embung, kata dia menjadi satu solusi jangka panjang mengatasi kekeringan yang selalu terjadi setiap tahun. Pemkab, kata dia harus membangun embun di masing-masing desa yang rawan kekeringan.

Terkait dengan alasan pemkab pembangunan embung terkendala sumber mata air, Mujiono mengatakan jika hal ini bisa disiasati, dengan menggunakan sumber air dari wilayah paling dekat dengan desa tersebut.

“Di setiap desa yang wilayahnya kekeringan harus ada embung, agar pelayanan air ke mayarakat lebih dekat. Jika tidak ada sumber air, menggunakan sumber dari daerah sebelahnya, ada saluran yang menghubungkan,” katanya.

Pemkab, kata dia harus hadir dalam bencana kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Cilacap ini. Tidak hanya dengan memberikan distribusi air bersih kepada warga di musim kering, tetapi juga solusi jangka panjang, melalui pembuatan embung, atau penyimpan air di titik-titik rawan kekeringan.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan jika saat ini Pemkab menyiapkan sebanyak 110 tangki air selama musim kemarau untuk didistribusikan kepada daerah yang rawan kekeringan. Apabila terjadi kekurangan, maka akan menggandeng dunia usaha, untuk turut serta meringakan beban masyarakat.

Selain itu, BPBD juga melakukan pengiriman tandon air ke beberapa desa yang sangat rawan kekeringan. Sampai kemarin sudah ada 35 buah tandon yang dikirimkan ke desa-desa.

“Tandon ini nantinya untuk menampung air hujan. Karena kalau kering seperti ini susah, harus mngambil dari sumber mata air. Kita sudah kirim 35 buah, dan secara bertahap akan diberikan ke daerah lainnya yang membutuhkan,” katanya.