Cilacap – Badan Legislasi Daerah (Balegda) Dewan Perwakilan rakyat Daerah Kabupaten Cilacap menggelar public hearing Rancangan Peraturan Daerah Perlindungan Konsumen Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) di ruang rapat lantai I, Rabu(21/3) kemarin.

Dalam public hearing yang dipimpin oleh Suheri dari Fraksi Gerindra ini, dewan mendatangkan tim dari Pusat Studi Otonomi Daerah Fakultas Hukum Universitas Wijayakusuma Purwokerto yang diketuai oleh Iskatrinah. Public hearing dilakukan setelah adanya naskah akademik, sehingga untuk menampung aspirasi dari pihak terkait untuk memberikan masukan.

Public hearing ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan, Bagian Hukum, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, PDAM Tirta Wijaya, Asosiasi Depot air minum (Aspada), dan perwakilan konsumen.

Anggota Tim Pusat Studi Otonomi Daerah FH Unwiku, Arif Awaludin mengatakan, fenomena masyarakat saat ini lebih memilih air isi ulang dibandingkan dengan memasak sendiri. Terlebih lagi dengan kebutuhan air yang diperlukan oleh manusia yang memiliki tubuh dengan 80 persen diantaranya air.

Padahal, banyak depot air minum yang belum memenuhi standar layak kesehatan. Karena itu, perlu ada perlindungan konsumen bagi DAMIU, yang mengatur pengawasan, pembinaan dan sangsi.

“ Harapan kami Perda ini nantinya tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga tidak akan mematikan para pengusaha air minum. Malah inginnya bisa berjalan bareng-bareng, konsumen tetap terlindungi dan pengusaha bisa terus jalan, dan PDAM bisa laku airnya sehingga menambah PAD,” ujar Suheri.

Ketua Aspada Cilacap, Agus mengatakan, saat ini ada lebih dari 300 depot air minum di Cilacap. Namun tidak sampai 100 depot yang menjadi anggota Aspada. Pihaknya juga meminta agar ada pasal yang melibatkan Aspada dalam perizinan.

“ Kami berharap ada pasal yang juga melindungi kami. Kami akan mengikuti proses perizinan sesuai aturan tetapi jangan dipersulit,” ujarnya.

Adanya Raperda ini juga diapresiasi oleh dinas dan instansi yang datang dalam public hearing kemarin. Pasalnya, ke depan masyarakat akan terlindungi kesehatannya dari air isi ulang yan dijual. (ale)