Cilacap – Rapat Paripurna Istimewa DPRD KAbupaten Cilacap, Rabu (21/3), di Ruang Rapat Paripurna Lantai II Gedung DPRD dengan agenda Peringatan Hari Jadi ke-162 Kabupaten Cilacap, berlangsung khidmat.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamudji dan Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman hadir.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Cilacap Taswan, S.Sos, didampingi para wakil ketua yakni Mujiono, S.Pd.MM, Ir. H Adi Saroso, MM dan Barokatul Anam, ST.

Taswan mengatakan selamat berbahagia kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cilacap karena pada hari ini merupakan Hari Jadi ke-162 Kabupaten Cilacap. Dia juga mengucapkan selamat kepada bupati tetangga yang hadir, yakni Bupati Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kuningan.

Taswan juga mengucapkan selamat kepada Plt Sekda Cilacap Drs. Farid Ma’ ruf, MM.,M.Hum yang sudah dilantik secara resmi menjadi Sekda Kabupaten Cilacap yang baru.

Rapat diawali dengan pembacaan sejarah Cilacap oleh Sekda Cilacap Farid Ma’ ruf, mulai dari masa Kerajaan Jawa hingga masa penjanjahan Belanda.

Yang menarik, selama 162 tahun Cilacap dipimpin oleh 17 Bupati dan 6 wakil bupati.

“ Ini menunjukkan dinamika pembangunan Kabupaten Cilacap sangat cepat, sehingga kemajuan tampak sangat luar biasa perubahannya,” imbuh Taswan.

Sementara Bupati Cilacap mengungkapkan, dalam kurun 162 tahun membangun, Kabupaten Cilacap telah banyak menorehkan prestasi dan penghargaan tingkat nasional.

“ Dengan tetap menjaga kebersamaan dan kekompakan dengan DPRD, apa yang dicita-citakan kita bersama akan menuai hasil yang membanggakan,” tandas Tatto.

Usai rapat, salah satu Anggota DPRD yakni Drs. Yayan Rustawan Effendi dari Partai Golkar mengajukan pendapatnya terkait narasi sejarah singkat Cilacap terutama tulisan tentang Dayeuhluhur di mana salah seorang adipati punya kekurangan fisik yang mengganggu. Yayan yang asli Dayeuhluhur itu sangat keberatan bahwa adipati tersebut harus ditulis sedemikian rupa sehingga terkesan negative.

Untuk itu dia meminta hal itu supaya direvisi. Taswan lantas menjawab hal tersebut akan dimusyawarahkan dengan tim yang kompeten di bidang sejarah.

Rapat berakhir sekitar pukul 09.30 wib, kemudian dilanjutkan dengan kirab seluruh Anggota DPRD menuju alun-alun dengan berjalan kaki mengawal Panji Bumi Wijayakusuma Sakti untuk diserahkan kepada Bupati Cilacap.

Penyerahan panji ini melambangkan adanya amanah rakyat yang diserahkan oleh DPRD selaku penampung aspirasi rakyat kepada Bupati selaku pemerintah eksekutif untuk melaksanakan demi kejayaan pemerintah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cilacap. (rud/rep).