Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cilacap, Taswan  bersama dengan Ketua dan Anggota Komisi C DPRD Cilacap melakukan inspeksi mendadak ke tempat pertambangan batu andesit (jenis boulder yg biasanya digunakan utk pengurugan laut, rawa dan lain-lain), di Desa Ciwuni Kecamatan Kesugihan, Kamis (4/1/17).

Sidak dilakukan karena adanya aduan dari Forum Masyarakat Peduli Desa terdiri empat desa di Kecamatan Kesugihan yaitu Desa Pesanggrahan, Desa Ciwuni, Keleng, dan Karang Jengkol  ke kantor DPRD Cilacap Mereka mengeluhan rusaknya jalan di desanya akibat adanya aktivitas tambang batu boulder dan melewati jalan desa

“Tambangnya bukan di desa kami, tapi jalan Desa Pesanggrahan menjadi poros jalan yang dilalui kendaraan dengan membawa boulder ini, akibatnya rusak dan tidak layak dilalui,” ujar Rindang Suroto, warga Desa Pesanggrahan kemarin.

Warga lainnya, Wardi mengatakan jika sudah melakukan pertemuan dengan warga dan hasilnya meminta agar jalan antara Pesanggrahan-Ciwuni atau yang dilalui oleh dump truck dirigid pavement (dibeton), agar aktivitas warga tidak terganggu. Serta meminta agar ada kepedulian dari perusahaan kepada warga, minimal memberikan masker.

“Minta kepedulian dari perusahaan kepada warga, minimal masker untuk anak-anak sekolah, kasihan mereka terganggu karena debu di jalan akibat aktivitas dump truck itu,” ujarnya.

Tidak hanya itu, warga juga meminta agar aktifitas di jalur pertambangan ini sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, serta tidak melebihi muatan. Sehingga menyebabkan kerusakan jalan yang semakin parah.

Dinas Perhubungan menyebutkan seharusnya jalan tersebut sesuai dengan ketentuan maksimal 8 ton, namun di lapangan dumptruk tersebut melebihi muatan sampai 12 ton lebih. Terkait dengan perizinan, Dinas Lingkungan Hidup menyatakan jika sudah berizin, satu diantaranya di Banyumas.

Empat kades yang datang pada pertemuan tersebut juga sepakat meminta agar jalan desa segera diperbaiki oleh pengusaha dengan dirigid agar tahan lama. Melalui dana CSR yang ada pada perusahaan tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Cilacap Sindy Syakir mengatakan permasalahan tersebut sudah lama terjadi, jika adanya pertambangan ini menimbulkan masalah sosial di masyarakat. Sumbangsih sosial dari perusahaan kepada masyarakat juga tidak terukur.

“Faktor sosial adanya pertambangan batu di masyarakat banyak yang diabaikan oleh para penambang, sumbangsih sosial terhadap masyarakat tidak terukur. Karena laporannya tidak jelas dan perusahaan tidak melaporkan secara periodik. Kita akan uraikan secepatnya setelah mendapatkan gambaran jelas, nyata, dan ini bukan rapat terakhir,” ujar Sindy.

Adanya aduan dari masyarakat ini, Komisi C mengatakan ini juga sebagai intropeksi bagi pemkab, agar ke depan kinerjanya bisa lebih terarah dan terukur. Harus ada data yang disajikan, terutama dari dinas-dinas terkait.

“Saya meminta kepada OPD tekait agar bekerja sesuai tupoksinya masing-masing melakukan fungsinya, perusahaan memang ingin cari untung, tetapi dari keuntungan itu mereka punya tanggung jawab sosial kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu pihaknya juga akan segera memanggil PT Tianjing, perusahaan yang menjual batu-batu boulder kepada PT S2P. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana yang dilakukan oleh perusahaan tersebut kepada masyarakat.

Dalam sidak Komisi C ke pertambangan yang ada di Desa Ciwuni, selama perjalanan sudah sangat terlihat sepanjang jalan dari Desa Lebeng sampai ke daerah pertambangan sangat rusak. Meski ada sekitar 100 meter yang sudah dirigid. Jalan yang rusak tersebut terlihat sangat becek, akibat hujan semalam. Bahkan kendaraan yang digunakan untuk menuju ke lokasi, beberapa kali juga mengalami masalah karena jalan yang sempit dan bersimpangan dengan dump truck yang membawa batu boulder.

Ketua DPRD Cilacap, Taswan mengatakan usai melakukan peninjauan ke lapangan kemarin, dewan akan segera merapatkan secara internal terlebih dahulu. Melihat sepanjang jalan yang mengalami kerusakan, menurutnya memang harus segera ada tindak lanjut, yakni perbaikan jalan.

“Kami akan rapat internal terlebih dahulu, dan perlu pertemuan lagi,” ujarnya.

Audiensi warga yang diterima Komisi C DPRD Cilacap kemarin, juga dihadiri oleh Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kepala Desa terkait, Camat Kesugihan, perwakilan S2P dan juga pengusaha pertambangan. (era)